English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

29 Dec 2013

5 Orang Indonesia Pertama Yang Mengguncang Dunia

Banyak diantara kita yang belum mengetahui bahwa ada banyak orang Indonesia yang mengguncang dunia karena prestasi mereka. Prestasi yang diakui bangsa lain tersebut tentunya membanggakan Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia juga patut di perhitungkan di kancah internasional. Apalagi diantara mereka ada yang merupakan orang pertama yang melakukannya di dunia. Dari sekian banyak orang Indonesia yang membanggakan, berikut 5 orang Indonesia pertama yang mengguncang dunia :


1. Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar ( ISSEMU )
Orang Indonesia pertama yang mengguncang dunia adalah sebuah tim yang tergabung dalam Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar atau ISSEMU.
       Tim tersebut berhasil mendaki 7 puncak tertinggi benua di dunia yang meliputi :
a)Puncak Carstensz Pyramid di Papua Indonesia
b)Puncak Gunung Kilimanjaro di Afrika
c)Puncak Gunung Elbrus di Rusia
d)Puncak Gunung Vinson Massif di Antartika
e)Puncak Gunung Aconcagua di Argentina
f)Puncak Gunung Everest di Nepal
g)Puncak Gunung Denali di Amerika Utara
Dan anak muda berusia 20 tahunan itu secara otomatis mendapat julukan sebagai “The Seven Summiteers” gelar internasional bagi mereka yang berhasil mencapai 7 puncak tertinggi di dunia.
Sebenarnya, usaha mencapai gelar ini telah dimulai oleh Almarhum Norman Edwin dan Almarhum Didiek Samsu Wahyu Triachdi yang merupakan mahasiswa pecinta alam dari Universitas Indonesia. Sayangnya, langkah mereka harus terhenti di gunung Aconcagua ketika jenazah keduanya di temukan di gunung tersebut. Dan setelah musibah itu, pendakian untuk menggapai gelar “The Seven Summiters” bagi Indonesia bagai hilang begitu saja.
       Hingga akhirnya awal tahun 2009, mahasiswa pecinta alam dari Universitas Parahyangan, Bandung tersebut berhasil mencapai Carstenz Pyramid kemudian melanjutkan mendaki 6 puncak lainnya hingga tahun 2011.
       Dengan prestasi membanggakan ini, kini Indonesia memiliki The Seven Summiters pertama. Dan juga menandakan bahwa Indonesia akan segera bergabung bersama dengan 52 negara yang memiliki pendaki bertitle “The Seven Summiteers”.

2. Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A.
Gelar “Sir” adalah gelar prestisius yang identik dengan gelar kebangsawanan di Inggris. Tidak sembarang orang di luar negara persemakmuran Inggris dapat di beri gelar “Sir” oleh kerajaan Inggris.
Namun ternyata ada juga orang Indonesia yang diberi gelar “Sir” , yaitu Prof. Dr. Azyumardi Azra. Mantan rektor sebuah Universitas swasta di Jakarta ini menerima penghargaan dari Ratu Elizabeth II sebagai “The Commander of The order of The British Empire” atau cbe award alias panglima kerajaan Inggris. Penghargaan diberikan karena Azyumardi dinilai berjasa dalam memberikan kontribusi penting dalam membangun hubungan baik antar agama di tingkat internasional, khususnya antara Indonesia dan Inggris. Hal ini terutama Azyumardi lakukan ketika ia menjadi ketua bersama uk-Indonesia Islamic Advisory Council atau dewan penasehat Islam Inggris-Indonesia yang di bentuk oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perdana menteri Tony Blair pada Maret 2006. Dengan gelar tersebut, maka ia berhak menyandang gelar “Sir” pertama di Indonesia.

3. Yusof Bin Ishak
Jika seseorang yang berasal dari satu negara menjadi presiden di negaranya sendiri, hal itu adalah hal biasa. Namun, jika orang tersebut tidak berasal dari negara tersebut namun berhasil menjadi presiden di negara itu, hal ini barulah luar biasa.
       Peristiwa langkah itu di alami oleh Yusof bin Ishak, seorang Sumatera Barat yang menjadi presiden Singapura. Bahkan Yusof yang menutup usia di umur 60 tahun itu merupakan presiden pertama Singapura. Yang semakin membanggakan, wajah Yusof pun di abadikan pada pecahan-pecahan uang Singapura.
Pada tanggal 3 Desember 1959, Yusof memang telah menjadi warga Singapura, di lantik sebagai kepala negara atau di sebut “Yang di-Pertuan Negara Singapura”. Kemudian pada tanggal 9 Agustus 1965 saat Singapura keluar dari Federasi Malaysia dan merdeka, status ia berubah menjadi presiden hingga tahun 1970.

4. Jeffrey Polnaja
Berikutnya adalah Jeffrey Polnaja. Orang Indonesia pertama yang berkeliling dunia dengan sepeda motor seorang diri. Aksi pria asal Bandung, Jawa Barat ini di kukuhkan di museum rekor dunia Indonesia.
       “Kang JJ” begitu dia biasa di panggil, memang menyukai aktivitas bertualang. Tahun 1978, pria 50 tahun ini memulai perjalanannya mengendarai sepeda motor seorang diri melintasi seluruh pulau Jawa sampai Bali. Namun pada tahun 2001 saat hendak memulai perjalanan keliling dunia yang ingin dia dedikasikan untuk perdamaian, Kang JJ mengalami kecelakaan hingga ia nyaris lumpuh. Namun untunglah hanya dalam waktu 6 bulan Kang JJ sudah pulih kembali. Setelah pulih, pada April 2006 Kang JJ meninggalkan tanah air dan memulai perjalanan menjelajah dunia dengan naik motor. Dalam perjalanannya itu, ia berbagi semangat perdamaian dan keprihatinannya akan pemanasan global kepada setiap orang, dan tentunya mempromosikan Indonesia di pentas dunia. Pada 30 November 2008, Kang JJ kembali ke tanah air. Tak kurang dari seribu motor menyambut kedatangannya, termasuk Adhyaksa Dault yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
       Karena dedikasinya itu, Jeffrey Polnaja mendapat berbagai penghargaan diantaranya Lifetime Achievement Award dari Ikatan Motor Indonesia atau IMI, sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan bagi insan otomotif di Indonesia.

5. Ashin Jinarakkhita
Dan orang Indonesia yang terakhir yang mengguncang dunia adalah Almarhum Ashin Jinarakkhita juga di kenal dengan panggilan Bhante Ashin. Dia adalah Bhikkhu Indonesia pertama yang di tahbiskan pada tahun 1953.
       Setelah menjadi Bikkhu, pria kelahiran Bogor 23 Januari 1923 ini kemudian belajar spritual lebih lanjut di Myanmar selama 2 tahun. Kemudian pada tahun 1955, ia kembali ke pulau Jawa lalu bekerja keras membangun kembali Wihara dan perkumpulan Buddhis dan juga mengadakan perayaan Waisak secara nasional untuk pertama kalinya setelah beratus-ratus tahun di Candi Borobudur, Jawa Tengah. 
       Karena kegesitannya pergi dari satu tempat ke tempat lain untuk menyebarkan ajaran Budha saat awal berdiri itu, Bikkhu yang menutup usia di umur 79 tahun itu sampai-sampai di juluki “The Flying Monk” oleh umat Budha di Malaysia dan Singapura. Atas segala usahanya dalam mengembangkan agama Budha, pria yang lahir dengan nama “The Boan An” ini menjadi salah seorang yang berpengaruh dalam Budha di Indonesia.

No comments:

Post a Comment